[PRESS RELEASE] Reclaim The Night – OBR Indonesia

Press Release

RECLAIM THE NIGHT

Bundaran HI, 8 Maret 2013

Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional tahun ini, yang jatuh pada tanggal 8 Maret, sejumlah perempuan akan menggelar aksi unik bernama Reclaim The Night di Bunderan HI pukul 20:00 WIB. Reclaim the Night yang berarti Merebut Malam Kembali didasari fakta bahwa mayoritas perempuan tidak memiliki perasaan aman untuk keluar di malam hari. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tindak pelecehan dan kekerasan seksual, sekaligus persepsi negatif tentang perempuan yang keluar malam. Persepsi ini semakin dipertegas oleh dikeluarkannya beberapa peraturan daerah yang secara resmi membatasi kebebasan perempuan untuk keluar di malam hari.

Persepsi negatif terhadap perempuan yang keluar malam ini, bukan hanya merugikan, namun juga seringkali berdampak fatal. Ambillah contoh kasus Putri, remaja Aceh yang ditangkap polisi syariah seusai menonton pertunjukan musik dan dituduh pelacur. Rasa malu yang ditanggung Putri akibat kejadian ini begitu membebaninya hingga ia memutuskan untuk bunuh diri. Atau kasus Lilis Lisdawati, karyawati yang ditangkap dan ditahan oleh petugas saat sedang menunggu kendaraan umum di daerah Tangerang. Ia dituduh telah melanggar Perda No. 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

Dengan aksi Reclaim The Night – yang diorganisir secara independen oleh  individu-individu peduli yang bulan Februari lalu sukses menggelar aksi One Billion Rising Indonesia di Monas – sejumlah perempuan akan bergabung untuk menolak diskriminasi dan stigma yang melekat dengan perempuan dan malam.

Aksi Reclaim The Night, adalah pernyataan bahwa malam adalah milik semua orang, termasuk perempuan. Namun pernyataan ini akan disampaikan dengan kemasan yang unik dimana perempuan-perempuan dari berbagai latar belakang akan berkumpul untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka sukai di ruang publik.  “Kegiatannya bisa berupa apa saja, seperti piknik di malam hari,”ungkap Kartika Jahja, vokalis band Tika & The Dissidents yang juga ikut mengorganisir aksi ini.“Kita bisa main gitar dan bernyanyi bersama, merajut, berbagi makanan, dan lain-lain. Intinya kita merebut malam kembali dari mereka yang berpikiran sempit terhadap perempuan yang keluar malam.”

Aksi Reclaim The Night ini selaras dengan tema Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah“Janji adalah Janji: waktunya untuk tindakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada pemerintah sebagai pemegang mandat Negara untuk memenuhi janji-janjinya untuk mengakhiri segala tindakan kekerasan terhadap perempuan.

Kontak:
Dhyta Carutani: +62 896 86286282
Kartika Jahja: +62 812 1131112
Shera Rindra: +62 898 9890036

Unduh SIARAN PERS_ReclaimTheNight

, , , ,

No comments yet.

Leave a Reply