One Billion Rising Indonesia http://www.onebillionrisingindonesia.org Strike, Dance and Rise! Thu, 18 Jul 2013 11:57:15 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.5 Sister In Danger http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/sister-in-danger/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/sister-in-danger/#comments Thu, 18 Jul 2013 11:57:15 +0000 admin http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=693 A song/video tribute to the victims & survivors of sexual violence in Indonesia & around the world.

MUSIC VIDEO

Director: Dhyta Caturani
DoP.: Vera Lestafa
Assistant DoP.: Faisal Bustamam
Editor: Efi Sri Handayani, Bagsaworo
Production Manager: Shera Rindra
Produced by: Wo(men) Space Collective & SIMPONI

Thanks to:
Kiki Febriyanti, Shalimar Mendez, Chairrun Nissa, Gesata Stella, Indrana Pringgodigdo, Andi Gunawan, Muki G. Reantara, Pheo, Wini, Winda, Alfina Damayanti, Eka Nova Andriani, Rian Respati, Amanniya Dhiya F, Lidya Febrianti, Rizky Eka Syaputri, Yunita Andra, Kurnia Triastuti, Julianto Komeng, Anto Rusdianto, Illian Deta Arta Sari, Juria Ambar Haruni.

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/sister-in-danger/feed/ 0
Bangkit! http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/bangkit/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/bangkit/#comments Wed, 10 Jul 2013 08:06:01 +0000 admin http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=686 Satu dari tiga perempuan di dunia ini akan diperkosa atau dianiaya selama masa hidupnya.

Artinya, satu milliar perempuan!

Pada tahun 2013, satu milliar perempuan dan laki-laki mengguncang dunia melalui tarian untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Pada 14 February 2014, kami mengajak perempuan dan laki-laki di mana pun menggunakan kekuatan dan imajinasinya untuk keadilan.

SATU MILLIAR BANGKIT UNTUK KEADILAN akan fokus pada persoalan keadilan bagi seluruh penyintas kekerasan dan impunitas yang merajalela.

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/07/bangkit/feed/ 0
[PRESS RELEASE] Festival Perempuan 2013 http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-festival-perempuan-2013/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-festival-perempuan-2013/#comments Fri, 29 Mar 2013 07:37:28 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=677 Persoalan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia adalah  fenomena gunung es. Pemerintah, sebagai pemegang mandat negara Indonesia memang telah melakukan beberapa langkah untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan. Dari sisi kebijakan, Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan menjadi Undang-Undang No. 7/1984 dan Undang-undang No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan beberapa langkah positif dari pemerintah Indonesia.

Namun, jika melihat pada realitas di masyarakat maka kita akan menemui beberapa fakta yang mengejutkan:

  • Komnas Perempuan mencatat, terdapat 216.156 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2012. Jumlah ini meningkat secara signifikan, yaitu 181% dari tahun sebelumnya.
  • Mayoritas rentang usia perempuan korban di ranah personal adalah 25 – 40 tahun. Ironisnya, dari 2.521 kasus kekerasan seksual, usia mayoritas korban yakni antara usia 13 – 18 tahun.
  • Hingga Desember 2012, terdapat 282 kebijakan yang diskriminatif terhadap perempuan berbasiskan moral dan berpotensi mengkriminalisasi perempuan.
  • Banyak pejabat negara yang melakukan tindak diskriminasi dan bahkan melecehkan perempuan melalui berbagi komentar di publik

Festival Perempuan adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Perempuan Sedunia 2013 dengan tema “Janji adalah Janji, waktunya bertindak untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”. Festival ini akan dilaksanakan pada Maret 2013, jam 10:00 – 21:00 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat dan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu bazaar Perempuan, Talk-show, menggambar bersama untuk anak-anak, seni instalasi dan pentas musik.

Bazaar Perempuan, ada sekitar 50 booth yang akan menyediakan berbagai macam produk usaha kecil, mulai dari makanan hingga pernak-pernik yang dikelola oleh para perempuan serta informasi tentang Kekerasan terhadap Perempuan dari berbagai organisasi perempuan. Sebuah talk-show yang santai akan dilakukan dengan mengangkat tema “Keterlibatan Laki-laki dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan”.

Kami juga mengajak anak-anak (usia 5-12 tahun) untuk ikut mengekspresikan pikiran mereka tentang “Laki-laki dan Perempuan adalah Setara” dalam kegiatan menggambar bersama. Tidak ketinggalan seni instalasi dengan tema “Siapapun bisa menjadi korban” untuk mengangkat persoalan kekerasan seksual di Indonesia. Festival Perempuan akan ditutup dengan pentas seni  yang akan dimeriahkan  oleh berbagai puisi, stand-up comedy dan musik dari beberapa band indipenden

Festival Perempuan merupakan salah satu upaya bersama untuk mengajak masyarakat secara luas untuk memahami bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan adalah masalah bersama. Selain itu, melihat berbagai fakta di atas kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, maka kami ingin meminta agar pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengambil langkah yang lebih serius untuk mencegah dan menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan terutama kasus kekerasan seksual yang belakangan ini meningkat.

Maka dari itu, kami mengajak semua elemen masyarakat untuk menyatakan:

  • Mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, khususnya kasus kekerasan seksual.
  • Mendesak pemerintah untuk membangun mekanisme perlindungan bagi perempuan secara umum dan mekanisme pemulihan bagi perempuan korban.
  • Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk membatalkan dan tidak membuat peraturan yang diskriminatif terhadap perempuan.
  • Menjalankan program gender mainstreaming ke semua instansi pemerintah, agar tidak ada lagi pejabat publik yang melakukan kekerasan terhadap perempuan, termasuk melontarkan komentar-komentar yang diskriminatif dan melecehkan perempuan.

Jika anda membutuhkan informasi mengenai Festival Perempuan, silahkan menghubungi: Dhyta Caturani (+62 896 86286282) dan Shera Rindra (+62 898 9890036).

Unduh press release dalam bentuk PDF: Festival Perempuan_Press Release dan Rundown_Media

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-festival-perempuan-2013/feed/ 0
[INFO] Rundown Acara Festival Perempuan – Maret 2013 http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-rundown-acara-festival-perempuan-maret-2013/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-rundown-acara-festival-perempuan-maret-2013/#comments Fri, 29 Mar 2013 06:57:39 +0000 admin http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=674 Dear riser! Kalau penasaran dengan kegiatan #FestivalPerempuan, kamu bisa cek jadwal di bawah.

Sabtu, 30 Maret 2013
08.00 – 09.00 : Registrasi booth
10.00                : Open for public
10.00 – 16.00  : Bazaar
13.00 – 14.00  : Diskusi
14.00 – 16.00  : Drawing Session
17.00 – 17.05   : Pembukaan MC
17.05 – 17.15    : Sambutan dari UN Women
17.15 – 17.25    : Sambutan dari organizer Festival Perempuan
17.25 – 17.50   : Sasina
17.50 – 18.15   : Simponi
18.15 – 18.45   : Break Maghrib
18.45 – 18.55   : Fatih Unru
18.55 – 19.20   : Taman Bermain
19.20 – 19.45   : Tetangga Pak Gesang
19.45 – 20.00  : Khrisna Pabhicara
20.00 – 20.25  : Resesi
20.25 – 20.50 : Tika & The Dissidents
20.50 – 21.15  : Indische Party
21.15 – 21.20   : Penutupan MC

See you there!

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-rundown-acara-festival-perempuan-maret-2013/feed/ 0
[INFO] #Festival Perempuan, Jakarta http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-festivalperempuan-jakarta/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-festivalperempuan-jakarta/#comments Thu, 28 Mar 2013 11:53:14 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=669 e-flier-01Hi Riser! Setelah sempat tertunda, #Festival Perempuan akirnya akan dilaksanakan di Pelataran Galeri II, Taman Ismail Marzuki (TIM) pda tgl. 30 Maret 2013, mulai pukul 10:00 – 21:00.

Dlm #FestivalPerempuan, bakal ada bazaar makanan, minuman, pernak-pernik, pakaian dll dari para perempuan yg berdaya. Untuk memeriahkan acara, akan ada ngobrol santai ttg  Keterlibatan Laki-laki dalam Menghentikan Kekerasan Terhadap Perempuan. Narasumber: Syaldi Sahude – Aliansi Laki-laki Baru & Dwi Faiz – UN Women dimoderatori oleh Syafirah Hardani

Pentas musik oleh: Tika and The Dissidents, Simponi, Sasina, Taman Bermain, Tetangga Pak Gesang, dan Resesi. Tidak lupa penampilan lucu Stand up comedy dari teman cilik kita, Fatih Unru, lalu Pembacaan puisi oleh Khrisna Pabhicara dan Monolog.

Bakal ada juga acara menggambar bersama untuk anak-anak. Panitia menyediakan alat gambar gratis dalam jumlah terbatas. Jadi, jangan lupa ajak anak, ponakan, adik, sepupu atau kerabat lainnya untuk ikutan!

See you there!

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-festivalperempuan-jakarta/feed/ 0
[PRESS RELEASE] Reclaim The Night – OBR Indonesia http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-reclaim-the-night-obr-indonesia/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-reclaim-the-night-obr-indonesia/#comments Fri, 08 Mar 2013 08:52:17 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=662 Press Release

RECLAIM THE NIGHT

Bundaran HI, 8 Maret 2013

Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional tahun ini, yang jatuh pada tanggal 8 Maret, sejumlah perempuan akan menggelar aksi unik bernama Reclaim The Night di Bunderan HI pukul 20:00 WIB. Reclaim the Night yang berarti Merebut Malam Kembali didasari fakta bahwa mayoritas perempuan tidak memiliki perasaan aman untuk keluar di malam hari. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tindak pelecehan dan kekerasan seksual, sekaligus persepsi negatif tentang perempuan yang keluar malam. Persepsi ini semakin dipertegas oleh dikeluarkannya beberapa peraturan daerah yang secara resmi membatasi kebebasan perempuan untuk keluar di malam hari.

Persepsi negatif terhadap perempuan yang keluar malam ini, bukan hanya merugikan, namun juga seringkali berdampak fatal. Ambillah contoh kasus Putri, remaja Aceh yang ditangkap polisi syariah seusai menonton pertunjukan musik dan dituduh pelacur. Rasa malu yang ditanggung Putri akibat kejadian ini begitu membebaninya hingga ia memutuskan untuk bunuh diri. Atau kasus Lilis Lisdawati, karyawati yang ditangkap dan ditahan oleh petugas saat sedang menunggu kendaraan umum di daerah Tangerang. Ia dituduh telah melanggar Perda No. 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

Dengan aksi Reclaim The Night – yang diorganisir secara independen oleh  individu-individu peduli yang bulan Februari lalu sukses menggelar aksi One Billion Rising Indonesia di Monas – sejumlah perempuan akan bergabung untuk menolak diskriminasi dan stigma yang melekat dengan perempuan dan malam.

Aksi Reclaim The Night, adalah pernyataan bahwa malam adalah milik semua orang, termasuk perempuan. Namun pernyataan ini akan disampaikan dengan kemasan yang unik dimana perempuan-perempuan dari berbagai latar belakang akan berkumpul untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka sukai di ruang publik.  “Kegiatannya bisa berupa apa saja, seperti piknik di malam hari,”ungkap Kartika Jahja, vokalis band Tika & The Dissidents yang juga ikut mengorganisir aksi ini.“Kita bisa main gitar dan bernyanyi bersama, merajut, berbagi makanan, dan lain-lain. Intinya kita merebut malam kembali dari mereka yang berpikiran sempit terhadap perempuan yang keluar malam.”

Aksi Reclaim The Night ini selaras dengan tema Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah“Janji adalah Janji: waktunya untuk tindakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kepada pemerintah sebagai pemegang mandat Negara untuk memenuhi janji-janjinya untuk mengakhiri segala tindakan kekerasan terhadap perempuan.

Kontak:
Dhyta Carutani: +62 896 86286282
Kartika Jahja: +62 812 1131112
Shera Rindra: +62 898 9890036

Unduh SIARAN PERS_ReclaimTheNight

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/press-release-reclaim-the-night-obr-indonesia/feed/ 0
[INFO] Reclaim The Night Dalam Rangka IWD 2013 http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-reclaimthenight-dalam-rangka-iwd-2013/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-reclaimthenight-dalam-rangka-iwd-2013/#comments Thu, 07 Mar 2013 16:34:10 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=655 reclaimthenight#ReclaimTheNight merupakan ajakan kepada para perempuan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional / International Women’s Day 2013 dengan #KeluarMalam sebagi simbol bagi perempuan untuk merebut malam yang selalu ditabukan bagi perempuan.

Mengapa #ReclaimTheNight ini penting? Karena perempuan selalu dianggap tabu untuk keluar malam atau melakukan aktivitasnya pada malam hari di luar rumah. Untuk itu #ReclaimTheNIght juga ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan punya hak untuk keluar malam dengan aman dan nyaman.

Saat ini perempuan masih dianggap beresiko dan dianggap tabu apabila keluar malam, bahkan tak peduli apapun alasannnya, contohnya: Lilis Lisdawati, seorang buruh di Tangerang ditangkap sepulang bekerja shift malam di pabrik karena dituduh pelacur. Aparat menyatakan Lilis korban salah tangkap. Tetapi stigma terlanjur melekat dan membuat Lilis akhirnya jatuh sakit dan meninggal. Atau ingat Putri di Aceh? Akibat #KeluarMalam nonton konser, ia dituduh pelacur. Gadis 16 tahun itu memilih bunuh diri karena stigma negatif yang ditanggungnya. Ada juga Fifi Aryani yang saat ia #KeluarMalam, satpol PP melakukan razia, karena ketakutan ia lari dan nekad menyebur ke sungai kemudian tewas. Masih banyak pengalaman buruk lain lainnya yang dialami perempuan akibat ditabukannya keluar malam bagi perempuan.

Apabila perempuan bisa keluar malam maka kita tidak pernah merasa aman. Padahal semua orang punya hak untuk keluar malam.

#ReclaimTheNight ini mengajak para perempuan untuk bersama-sama membawa aktivitas yang biasa dilakukan di dalam rumah ke ruang publik. Bisa merajut, menulis, membaca, melukis, memotret, ngobrol, menyanyi, bermain musik, menari, minum kopi, membaca puisi, dsb.

Lokasi: Bundaran Hotel Indonesia
Tanggal: 8 Maret 2013
Jam: 20:00 WIB – Selesai

Silahkan datang dengan pakaian apa saja yang nyaman dan teman-teman suka, dengan membawa perlengkapan aktivitas masing-masing, dan mari #ReclaimTheNight :)

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/info-reclaimthenight-dalam-rangka-iwd-2013/feed/ 0
Message from UN Women Executive Director: Michelle Bachelet http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/message-from-un-women-executive-director-michelle-bachelet/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/message-from-un-women-executive-director-michelle-bachelet/#comments Wed, 06 Mar 2013 09:18:40 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=649 Michelle Bachelet, UN Women Executive Director: Message for International Women’s Day 2013

Change is possible and change is happening

Today on International Women’s Day I join every individual who believes that change is possible. We are guided by a founding principle of the United Nations: the equal rights of men and women.

All around the world, our voices are rising, and silence and indifference are declining. Change is possible. And change is happening.

Change is happening when every country, for the first time in history, has women on their Olympic teams, as they did this past summer in London.

Change is happening when people worldwide declare solidarity with a Pakistani girl who was shot for championing education for all, a girl named Malala.

Change is happening when protests erupt across the globe with women and men, young and old, rising up and saying no to violence against women.

Today on International Women’s Day I have a message that has two sides, one of hope and one of outrage.

I have hope because awareness and action are rising for women’s rights. A belief is growing that enough is enough.

But I am outraged because women and girls continue to suffer high levels of discrimination, violence, and exclusion. They are routinely blamed and made to feel shame for the violence committed against them, and they too often search in vain for justice.

My message today is simple and straightforward. This year on International Women’s Day, we say enough is enough. Discrimination and violence against women and girls has no place in the 21st century. It is time for Governments to keep their promises and protect human rights in line with the international conventions and agreements that they signed onto. A promise is a promise.

When we set up UN Women more than two years ago, we made ending violence against women one of our top priorities. We are fully aware that this requires changing attitudes and making headway towards equal rights, equal opportunities and equal participation, especially in decision-making.

Last November, on behalf of UN Women I sent a letter to all heads of State and Government of the United Nations. I asked them to COMMIT and announce new actions to prevent and end violence against women and girls. So far, some 45 Governments have committed. I urge all Governments to commit to actions to end violence against women.

As we observe this Day, Government representatives and activists are gathered at the United Nations for the largest international gathering on ending violence against women. At the 57th Commission on the Status of Women, Governments are negotiating a global roadmap of actions to prevent and end these widespread human rights violations.

Ten years ago, when nations came together in this forum on this same issue, they were unable to reach agreement. Today, we cannot allow disagreement and indecision to block progress for the world’s women.

Yes, change is possible and change is happening. But given the atrocities committed each day, we must ask ourselves: Is change happening fast enough? How many more women and girls need to be violated? How many more families need to suffer?

The right of a woman to live free of violence depends on a strong chain of justice. Countries that enact and enforce laws on violence against women have less gender-based violence. Today 160 countries have laws to address violence against women. However, a law is only as strong as its enforcement and in too many cases enforcement is lacking.

So let us work together for strong laws and policies and for effective implementation. Let us work together for prevention and education and for programmes that provide essential services for the victims and survivors of violence.

Today and every day we say NO to discrimination and violence against women and girls.

NO to domestic violence and abuse.

NO to rape and sexual violence.

NO to human trafficking and sexual slavery.

NO to female genital mutilation.

NO to child brides and child marriage.

NO to murders committed in the name of honour or passion.

NO to femicide.

NO to impunity.

And we say YES to peace, human rights, justice and equality.

Today on International Women’s Day and every day, let us go forward with courage, conviction and commitment, with the message that women’s issues are global issues that deserve urgent priority. There can be no peace, no progress as long as women live under the fear of violence.

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/message-from-un-women-executive-director-michelle-bachelet/feed/ 0
[VIDEO] Reason To Rise – Suksma Ratri http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-reason-to-rise-suksma-ratri/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-reason-to-rise-suksma-ratri/#comments Tue, 05 Mar 2013 15:05:26 +0000 OBR_ID http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=644 I rise and stand up for my rights as a woman and a person who living with HIV, because I don’t want to see stigma, discrimination and violence.

Suksma Ratri, Online Counsellor/ HIV+ Woman

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-reason-to-rise-suksma-ratri/feed/ 0
[VIDEO] Surabaya Rising! http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-surabaya-rising/ http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-surabaya-rising/#comments Fri, 01 Mar 2013 07:25:54 +0000 admin http://www.onebillionrisingindonesia.org/?p=641 On February 14th, 2013 more than a handful of men and women showed up to say “NO!” to violence against women. Surabaya cares!

]]>
http://www.onebillionrisingindonesia.org/2013/03/video-surabaya-rising/feed/ 0